VoliNews – Kabupaten Bekasi mulai memanaskan mesin jelang ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwida). Seleksi tim bola voli putra dan putri pun digelar sebagai tahap awal pembentukan skuat terbaik yang akan membawa nama daerah.
Namun dari proses seleksi awal tersebut, hasil yang diharapkan belum sepenuhnya terlihat. Dari 200-an atlet putra putri hingga mengerucut menjadi 36 atlet putri dan 21 atlet putra, belum mampu menampilkan performa terbaiknya.
Dalam sesi simulasi pertandingan, permainan para atlet masih terkesan longgar dan belum mencerminkan atmosfer pertandingan kompetitif, bahkan dinilai seperti menghadapi laga tarkam.
Ketua Seleksi sekaligus Ketua Pelatih, Hasan Basri, menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi tim pelatih. Oleh karena itu, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan masing-masing 12 atlet putra dan 12 atlet putri yang akan masuk dalam skuat PBVSI Kabupaten Bekasi untuk Popwida.
“Seleksi ini bukan sekadar mencari pemain yang bisa bermain, tapi atlet yang punya semangat juang, mental tanding, dan keinginan kuat untuk berjuang membela Kabupaten Bekasi,” tegas Hasan Basri.
Seleksi lanjutan dijadwalkan berlangsung mulai Senin (26/01) hingga Kamis (29/01). Pada fase ini, para atlet yang kembali dipanggil diminta menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari segi teknik, kerja sama tim, maupun daya juang di lapangan.
Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bekasi, Benny Hidayat, turut mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi kali ini tidaklah ringan. Kabupaten Bekasi berstatus sebagai juara bertahan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat, baik untuk nomor putra maupun putri.
“Menjadi juara itu berat, tapi mempertahankan juara jauh lebih sulit. Semua daerah pasti ingin mengalahkan kita. Karena itu, atlet yang terpilih nanti harus punya mental juara dan semangat juang yang tidak mudah goyah,” ujar Benny.

Status juara bertahan tersebut, selain menjadi beban , harap Benny, seharusnya juga sekaligus sebagai motivasi bagi atlet yang kini tengah mengikuti seleksi.
Benny terang-terangan menyatakan kekecewaannya karena dari semua atlet yang ikut seleksi, satu pun belum ada yang menonjol.
PBVSI Kabupaten Bekasi berharap seleksi ini mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga siap secara mental dan memiliki tekad besar untuk menjaga prestasi.
Seleksi ini pun menjadi pesan tegas bahwa seragam Kabupaten Bekasi bukan hanya soal kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar untuk terus berjuang, berkorban, dan mempertahankan kehormatan sebagai yang terbaik di Jawa Barat. ( august suzana)














