BEKASI – GOR Tambun, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/9/2026), menjadi panggung bagi talenta-talenta muda bola voli Jawa Barat. Kejuaraan Voli Indoor U-19 Tingkat Jawa Barat resmi dibuka Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Barat, H. Agus Djumaedi, M.SI.
Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi U-19 menjadi bagian penting dari proses regenerasi atlet bola voli Jawa Barat sekaligus menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana pembinaan atlet muda yang dilakukan klub-klub selama ini.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Disbudpora Kabupaten Bekasi, Ketut Sudiawan, serta jajaran pengurus dan insan bola voli.
H. Agus Djumaedi menegaskan, kompetisi kelompok usia merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun prestasi bola voli secara berkelanjutan.
Menurutnya, atlet muda tidak cukup hanya mendapatkan program latihan. Mereka juga membutuhkan pengalaman bertanding dalam kompetisi yang kompetitif untuk membentuk kemampuan teknis, fisik sekaligus mental.
“Kejuaraan U-19 ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan regenerasi. Para pemain harus mendapatkan pengalaman bertanding sebanyak mungkin agar kemampuan dan mental mereka semakin matang,” ujar Agus dalam sambutannya.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kejuaraan yang juga digelar di SMK Nurul Ashar Setu dan berakhir 6 September ini , sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Namun Agus mengingatkan, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang atlet.
“Jangan hanya berpikir tentang menang atau kalah. Tunjukkan permainan terbaik, jaga sportivitas dan disiplin. Dari pertandingan seperti inilah seorang atlet belajar menjadi pemain yang lebih matang,” katanya.
Ia berharap dari kompetisi tersebut muncul pemain-pemain muda potensial yang nantinya mampu memperkuat tim-tim Jawa Barat pada berbagai level kejuaraan, bahkan menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.
Bekasi Dorong Kompetisi Berkelanjutan
Sementara itu, Ketut Sudiawan mengatakan, Kabupaten Bekasi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Voli Indoor U-19 Tingkat Jawa Barat.
Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem pembinaan olahraga prestasi, khususnya bola voli.

“Kami menyambut positif kejuaraan ini. Atlet muda membutuhkan kompetisi untuk mengukur hasil latihan sekaligus menambah jam terbang,” ujar Ketut.
Ia menilai, semakin sering atlet usia muda tampil dalam pertandingan dengan tingkat persaingan tinggi, semakin cepat pula mereka belajar menghadapi tekanan pertandingan.
“Di lapangan mereka tidak hanya belajar teknik bermain, tetapi juga belajar mengendalikan emosi, mengambil keputusan, bekerja sama dan memiliki mental bertanding,” jelasnya.
Ketut berharap kejuaraan U-19 ini mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang dapat menjadi aset bagi daerah maupun Jawa Barat.
“Mudah-mudahan dari GOR Tambun ini muncul talenta-talenta baru yang kelak bisa membawa nama Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat ke tingkat nasional, bahkan internasional,” harapnya.
Bukan Sekadar Mencari Juara
Kejuaraan Voli Indoor U-19 Jawa Barat akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertarungan angka di papan skor.
Setiap smash, block, servis dan penyelamatan bola menjadi bagian dari proses panjang perjalanan seorang atlet menuju level yang lebih tinggi.
Di usia U-19, para pemain berada pada fase penting untuk membangun kematangan teknik dan mental. Karena itu, kompetisi seperti ini menjadi “kawah candradimuka” bagi generasi penerus bola voli Jawa Barat.
Dari GOR Tambun, mereka bukan hanya mengejar trofi, tetapi juga membawa mimpi untuk menjadi pemain besar di masa depan.
Dan siapa tahu, dari kejuaraan inilah lahir nama-nama baru yang kelak menjadi bintang bola voli Jawa Barat dan Indonesia. (august suzana)













