VoliNews-PROLIGA 2026 hadir dengan terobosan besar di fase penentuan. Untuk pertama kalinya, laga perebutan peringkat ketiga dan partai puncak akan digelar dengan sistem best of three, menjanjikan duel yang lebih panas, dramatis, dan sarat gengsi.
“Dengan total 98 pertandingan yang akan dimainkan, Proliga 2026 menghadirkan sistem The Best of Three untuk perebutan Juara 3 dan Juara 1,” tegas Ketua Umum PBVSI, Komjen Pol (P) Drs. Imam Sudjarwo, M.Si.
Ia menambahkan, perubahan format ini bukan sekadar inovasi, melainkan bagian dari strategi besar PBVSI dalam mendongkrak prestasi atlet nasional. Dari kompetisi inilah, para pemain terbaik akan disaring untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Untuk para voli mania, silakan menikmati setiap pertandingan, baik dengan hadir langsung di GOR maupun melalui siaran langsung di MOJI, Vidio, dan Nex Parabola,” ujarnya.
Dari sisi penyiaran, MOJI memastikan seluruh laga tayang di jam-jam terbaik, sehingga atmosfer persaingan dapat dinikmati secara maksimal oleh penggemar di seluruh Tanah Air.
“Kami memastikan setiap pertandingan, mulai dari fase reguler, Final Four, hingga Grand Final, dapat disaksikan secara optimal oleh pecinta bola voli Indonesia,” kata David Suwarto, Direktur MOJI.
Dengan format kompetisi yang semakin ketat dan kualitas tim yang kian merata, Proliga 2026 diyakini akan menyuguhkan persaingan sengit sejak servis pertama hingga titik penentuan juara.
Seluruh rangkaian pertandingan dapat disaksikan secara live dan eksklusif melalui MOJI, Vidio, Nex Parabola, dan VoliTV.
Proliga 2026 diikuti oleh 12 tim. Dari sektor putra ada Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta Garuda Jaya, Jakarta Lavani, Medan Falcons Tirta Bhagasasi, dan Surabaya Samator.
Sementara di sektor putri, kompetisi akan diramaikan oleh Bandung BJB Tandamata, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Jakarta Electric PLN Mobile, Jakarta Livin Mandiri, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Popsivo Polwan, dan Medan Falcons.( red)














