VOLINEWS – Tubuhnya memang tidak tinggi besar. Pembawaannya pun tenang, kalem, bahkan terkesan dingin. Namun jangan terkecoh. Begitu menginjak lapangan, Thalita Aprilia berubah menjadi sosok yang berbeda. Ia menjelma menjadi tembok pertahanan yang sulit ditembus, seorang libero yang rela menjatuhkan diri demi menjaga asa tim tetap hidup.
Di balik setiap serangan yang dibangun Tim Bola Voli Putri Kabupaten Bekasi, selalu ada peran penting pemain bernomor punggung libero itu. Thalita memahami betul tugasnya bukan mencetak poin, melainkan memastikan bola tidak menyentuh lantai. Dari tangannya, sebuah serangan sering kali kembali lahir.
Libero memang bukan pemain yang selalu menjadi sorotan. Namun bagi Thalita, justru di posisi itulah ia menemukan jati dirinya. Ia tidak pernah menunggu datangnya bola. Sebaliknya, ia mengejar ke mana pun bola mengarah, menyelamatkan setiap peluang, dan memberikan kesempatan kedua bagi rekan-rekannya untuk menyerang.
Kemampuan receive-nya menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Bekasi. Setiap servis lawan diterimanya dengan tenang dan akurat sebelum dialirkan kepada setter untuk membangun pola serangan. Ketika lawan melancarkan spike keras, Thalita kembali menjadi penyelamat dengan refleks cepat dan keberanian menjatuhkan badan demi mengangkat bola.
Tak jarang, bola-bola yang nyaris mustahil diselamatkan justru mampu dijangkaunya. Bola pantul, tip tipis di depan net, hingga bola liar yang mengarah ke sudut lapangan selalu dikejar tanpa ragu. Semangat pantang menyerah itulah yang membuat lini pertahanan Kabupaten Bekasi tetap kokoh sepanjang pertandingan.
Lahir pada 23 April 2011, Thalita masih tergolong sangat muda. Namun usianya yang belia tidak menghalangi dirinya tampil penuh percaya diri menghadapi pemain-pemain terbaik dari daerah lain. Refleks yang cepat, kemampuan membaca arah serangan lawan, komunikasi yang baik dengan rekan setim, mental bertanding yang kuat, serta konsistensi dalam melakukan passing menjadikannya salah satu libero muda yang patut diperhitungkan.
Bakat Thalita ternyata tumbuh dari keluarga yang memang mencintai bola voli. Sang ayah, Sihono, merupakan penggemar olahraga ini dan menjadi sosok yang selalu mendukung perjalanan putrinya. Jejak prestasi juga hadir dari sang kakak, Rosalina Wardani, yang pernah merasakan atmosfer kompetisi profesional dengan membela klub Petro Kimia di Proliga.
Kini, sebagai putri bungsu pasangan Sihono dan Sutini, Thalita terus mengasah kemampuan demi mewujudkan mimpi yang lebih besar. Kesempatan mengenakan seragam Tim Popda Kabupaten Bekasi menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus berkembang.
Perjalanannya memang masih panjang. Namun dari setiap bola yang diselamatkannya, dari setiap receive akurat yang diberikannya, hingga setiap reli yang berhasil dipertahankannya, Thalita Aprilia telah menunjukkan bahwa seorang libero tak selalu menjadi pencetak angka. Justru di balik kerja kerasnya yang sering luput dari sorotan, tersimpan peran besar yang menjaga denyut permainan dan menghidupkan harapan kemenangan Kabupaten Bekasi.
(August Suzana)














