VOLINEWS.COM – Medali emas Popwilda Wilayah II Jawa Barat cabang olahraga voli putri telah berada dalam genggaman Kabupaten Bekasi. Tiket menuju Popda Jawa Barat pun berhasil diamankan dengan sempurna. Namun, di balik keberhasilan itu, ada satu kisah yang menyisakan haru.
Empat srikandi terbaik Kabupaten Bekasi—Refa, Anita Bilqis, Fidel, dan Quin—harus mengakhiri perjalanan mereka di ajang olahraga pelajar. Bukan karena performa menurun, melainkan karena aturan usia dan jenjang pendidikan yang membuat mereka tak lagi memenuhi syarat tampil di Popda Jabar 2027.
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bekasi pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keempat atlet yang telah mengabdikan kemampuan terbaiknya hingga membawa Kabupaten Bekasi berdiri di podium tertinggi Popwilda.
Di jantung pertahanan, Refa menjelma menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Sebagai middle blocker, ia berkali-kali membaca arah serangan lawan dengan presisi, menutup ruang melalui blok-blok rapat, sekaligus melancarkan quick attack yang membuat pertahanan lawan kelabakan. Ketenangan dan keberaniannya menjadi fondasi kuat permainan Kabupaten Bekasi.
Lalu ada duet Anita Bilqis dan Fidel, dua setter yang menjadi otak permainan tim. Dari tangan mereka, ritme pertandingan dikendalikan. Umpan-umpan akurat, variasi serangan yang cerdas, hingga kemampuan membaca pertahanan lawan menjadikan permainan Kabupaten Bekasi begitu hidup, cepat, dan sulit ditebak. Mereka adalah arsitek di balik lahirnya banyak poin kemenangan.

Sementara di sektor kanan, Quin tampil bak predator. Sebagai opposite hitter, ia menjadi mesin poin yang menakutkan. Spike-spike kerasnya berkali-kali menghujam pertahanan lawan, sementara blok-blok kokohnya menghasilkan angka penting bagi Kabupaten Bekasi. Posturnya yang tinggi dipadukan dengan daya ledak serangan menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang Popwilda.
Ketua Umum PBVSI Kabupaten Bekasi menyampaikan rasa bangga kepada empat srikandi tersebut. Meski tidak lagi bisa mengenakan seragam Kabupaten Bekasi di Popda Jabar tahun depan, mereka telah meninggalkan pencapaian yang akan selalu dikenang: membawa Kabupaten Bekasi menjadi juara Popwilda Wilayah II sekaligus mengamankan tiket menuju Popda Jawa Barat.
Namun, perjalanan mereka bersama Kabupaten Bekasi belum benar-benar berakhir. Yang berubah hanyalah perannya.
“Kami pada 2027 memang tidak lagi menjadi bagian dari skuad Kabupaten Bekasi. Tetapi kami akan selalu memberikan dukungan kepada adik-adik kami. Kami akan tetap hadir, memberikan semangat, bahkan menjadi suporter di setiap pertandingan,” ujar Quin mewakili Refa, Anita Bilqis, dan Fidel.
Bagi dunia olahraga, setiap generasi pasti akan berganti. Akan selalu ada pemain baru yang datang dan meneruskan estafet perjuangan. Tetapi tidak semua pemain meninggalkan jejak yang layak dikenang.
Refa, Anita Bilqis, Fidel, dan Quin telah menutup lembar perjalanan mereka dengan cara paling indah: mempersembahkan medali emas, mengantar Kabupaten Bekasi menuju Popda Jawa Barat, serta mewariskan mental juara, dedikasi, dan semangat pantang menyerah kepada generasi berikutnya.
Mereka mungkin tak lagi berdiri di lapangan saat Popda Jabar 2027 dimulai. Namun, nama mereka akan tetap hidup dalam sejarah bola voli Kabupaten Bekasi—sebagai empat srikandi yang mengakhiri perjalanan dengan sebuah mahkota juara. ( august suzana)














