VOLINEWS -Riuh diskusi di ruang kelas berpadu dengan tegasnya peluit di lapangan. Selama empat hari penuh, ratusan insan bola voli ditempa dalam satu semangat yang sama: meningkatkan kualitas dan profesionalisme.
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) sukses menggelar Penataran Wasit dan Pelatih Bola Voli sebagai langkah strategis memperkuat fondasi sumber daya manusia olahraga voli.
Kegiatan penataran ini berlangsung sejak 4 hingga 7 Februari dan diikuti oleh 122 peserta dari berbagai daerah. Materi teori dipusatkan di Hotel Swiss-BelInn, sementara sesi praktik lapangan digelar di GOR Tambun dan GOR Mentari.
Pola pembelajaran ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami aturan di atas kertas, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan profesional di lapangan pertandingan.
Untuk menjamin mutu penataran, PBVSI menghadirkan instruktur-instruktur berpengalaman. Materi perwasitan dipandu oleh Rudi Dwipayana, sementara materi kepelatihan disampaikan oleh Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Barat, Agus Djumaedi, bersama Duddy Gustaman, mantan atlet voli nasional, serta sejumlah instruktur lainnya dari Jawa Barat.
Suasana penataran berlangsung dinamis. Diskusi aktif terjadi di ruang teori, sementara di lapangan para peserta tampak serius mengikuti simulasi pertandingan. Antusiasme dan semangat belajar terlihat jelas, menandakan besarnya keinginan peserta untuk meningkatkan kompetensi sebagai wasit maupun pelatih bola voli.
Dalam sambutannya, Agus Djumaedi menekankan bahwa penataran ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan berkelanjutan. Ia berpesan agar ilmu yang diperoleh selama penataran benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan bola voli di daerah masing-masing, bahkan hingga ke tingkat nasional.
“Manfaatkan ilmu yang didapat di sini. Peran wasit dan pelatih sangat menentukan arah pembinaan dan kualitas pertandingan bola voli,” ujar Agus Djumaedi.
Semangat penataran juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang peserta penataran mengaku mendapatkan banyak wawasan baru selama kegiatan berlangsung.
“Penataran ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar aturan dan teknik, tapi juga bagaimana bersikap profesional di lapangan. Ilmu yang kami dapatkan akan kami terapkan di daerah kami masing-masing,” ujar salah satu peserta.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para peserta dinyatakan berhak memperoleh sertifikat wasit atau sertifikat pelatih daerah. Sertifikat tersebut menjadi modal penting bagi mereka untuk terlibat secara resmi dalam berbagai turnamen dan kompetisi bola voli tingkat daerah.
Melalui penataran ini, PBVSI berharap kualitas wasit dan pelatih bola voli semakin meningkat, seiring dengan tumbuhnya kompetisi yang sehat dan profesional. Dengan fondasi sumber daya manusia yang kuat, PBVSI optimistis masa depan bola voli akan terus berkembang dan melahirkan prestasi-prestasi baru. ( august sss)












