VoliNews -Sebanyak 122 Wasit dan Pelatih Ikuti Penataran PBVSI Jabar, Perkuat Kualitas Perbolavolian Nasional
VoliNews — Sebanyak 122 wasit dan pelatih bola voli dari berbagai daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta, serta sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa, mengikuti Penataran Wasit dan Pelatih Bola Voli yang diselenggarakan oleh Pengprov PBVSI Jawa Barat.
Kegiatan ini berlangsung selama sejak 5-7 Februari 2026, bertempat di Hotel Swiss Bellinn, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Penataran ini menjadi langkah strategis PBVSI Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perbolavolian, khususnya di sektor kepelatihan dan perwasitan, yang memiliki peran krusial dalam menciptakan kompetisi yang profesional, adil, dan berstandar nasional hingga internasional.
Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Barat, Agus Djumaedi, yang juga bertindak sebagai salah satu instruktur, menegaskan bahwa kemajuan prestasi bola voli tidak hanya ditentukan oleh atlet semata, tetapi juga oleh kompetensi pelatih dan wasit yang terus diperbarui sesuai perkembangan aturan dan dinamika permainan.
“Pelatih dan wasit adalah pilar utama pembinaan dan pertandingan. Tanpa pemahaman regulasi yang mutakhir serta metodologi kepelatihan yang tepat, sulit menciptakan kompetisi yang berkualitas dan berkeadilan,” ujarnya.
Selain Agus Djumaedi—yang dikenal sebagai tokoh sentral pervolian Jawa Barat sekaligus pemilik Klub Voli Pasundan Bandung—penataran ini juga menghadirkan Gugi Gustaman, mantan atlet voli nasional, serta Rudi Dwipayana, wasit senior yang telah lama berkiprah di kancah pervolian nasional.
Ketiganya membagikan materi teknis dan praktis, mulai dari pembaruan peraturan pertandingan, interpretasi keputusan wasit, hingga pendekatan kepelatihan modern yang menyesuaikan dengan karakter atlet masa kini.

PBVSI Jawa Barat menilai, kegiatan penataran semacam ini menjadi kebutuhan mutlak agar wasit dan pelatih tidak tertinggal oleh perkembangan bola voli modern, baik dari sisi regulasi internasional FIVB maupun tuntutan profesionalisme dalam kompetisi lokal dan nasional.
Melalui penataran ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing, sehingga kualitas pertandingan, pembinaan atlet, dan iklim kompetisi bola voli di Indonesia—khususnya di Jawa Barat—terus meningkat dan semakin berdaya saing.( august sss)












