VoliNews -Sorotan volimania Tanah Air kini mengarah pada satu nama yang mencuri perhatian: Arimbi Syifana Andayani.
Di usia yang baru 13 tahun, pevoli bertinggi 176 cm ini tampil dengan aura berbeda—bukan sekadar bakat mentah, melainkan kematangan sikap yang jarang dimiliki atlet seusianya.
Dijuluki “Si Bocah Terbang”, Arimbi menjadi sensasi nasional setelah debut berani dan penuh percaya diri di Livoli Divisi Utama 2025 bersama Rajawali O2C. Lompatan eksplosif, keberanian mengambil risiko, serta ketenangan dalam mengambil keputusan membuatnya tampil layaknya pemain senior.
Bermain sebagai opposite, talenta kelahiran Semarang ini kini resmi dilirik untuk memperkuat Jakarta Livin Mandiri (JLM) di Proliga 2026—sebuah lompatan besar dalam kariernya yang masih sangat belia. Tak berlebihan jika Arimbi digadang-gadang sebagai aset masa depan Timnas Voli Putri Indonesia.
Melalui akun Instagram resmi klub, JLM memperkenalkan Arimbi kepada publik pada Rabu (24/12).
Dengan tutur sederhana namun penuh makna, Arimbi memperlihatkan kedewasaan berpikir yang melampaui usianya.
“Hai Sahabat JLM, aku Arimbi umur 13 tahun. I’m roll with JLM. Voli itu tempat aku belajar disiplin. Awalnya cuma suka main, tapi lama-kelamaan aku belajar arti disiplin,” ujar Arimbi.
Di balik tubuh yang masih tumbuh, Arimbi memahami betul bahwa perjalanan atlet bukan sekadar soal kemenangan, melainkan proses panjang penuh pengorbanan.
“Capek dan lelah pasti ada, tapi aku bangkitin semangat aku lagi. Aku senang banget bisa ada di tim ini,” tuturnya dengan mantap.
Soal mimpi, Arimbi tidak muluk. Ia memilih rendah hati dan fokus pada proses.
“Aku ingin terus berkembang, belajar dari kakak-kakak di JLM, jadi pemain yang berguna buat tim, dan bikin orang tua aku bangga,” katanya.

Saat ditanya kesannya menjadi pemain termuda di JLM sekaligus Proliga, Arimbi menjawab jujur namun penuh keyakinan.
“Deg-degan banget, tapi aku bahagia. Aku tahu aku masih muda, tapi aku mau buktiin kalau usia bukan batasan buat wujudin mimpi,” pungkasnya.
Selain Arimbi, JLM juga diperkuat deretan pemain muda potensial di bawah usia 20 tahun yang baru saja membela Indonesia di SEA Games 2025, yakni Syelomitha Afrilaviza Wongkar, Indah Guretno Margiani, dan Naisya Putri Pratama—menegaskan arah regenerasi serius klub ibu kota tersebut.
Demi ambisi menembus final four, JLM memadukan energi muda dengan pengalaman kelas dunia. Hadir middle blocker senior Yolla Yuliana, serta dua pemain asing berkelas internasional: Ceyda Aktas (Turki) dan Ana Bjelica (Serbia), sosok berpengalaman yang pernah meraih emas kejuaraan dunia 2018 dan 2022, serta perunggu Olimpiade Tokyo.
Di tengah persaingan keras Proliga 2026, Arimbi Syifana Andayani bukan sekadar simbol regenerasi—ia adalah gambaran masa depan voli putri Indonesia: muda, berani, dan dewasa dalam berpikir. ( red)












