Misi Pertahankan Mahkota Juara, Kabupaten Bekasi Seleksi Ketat Pemain Voli Menuju Popwilda dan Popda Jabar
volleyNews— Tekad untuk tetap berdiri di puncak kembali dinyalakan. Kabupaten Bekas dengan i resmi menggelar seleksi pemain bola voli pelajar sebagai langkah awal perjuangan menuju Popwilda dan Popda Jawa Barat, dengan satu misi besar: mempertahankan mahkota juara.
Hampir 200 atlet pelajar putra pitri terbaik dari berbagai klub dan sekolah mulai Minggu (18/1) hingga empat hari kemudian akan mengikuti seleksi dengan membawa mimpi, harapan, dan semangat juang.
Gedung Olahraga Tambun akan menjadi saksi ketegangan dan determinasi, ketika setiap pukulan, blok, dan servis menjadi bukti bahwa seragam daerah ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi amanah prestasi.
Seleksi oleh sejumlah pelatih bola voli Kabupaten Bekasi, Hasan Basri Sri Raharjo , Roy Makpal , Bram Krismanto, Deni Fauzi , Vincensius Okta, M. Fatah Khadafi, Wahyudi dan Wildan
pastinya akan berlangsung ketat dan penuh semangat juang demi memilih 12 atlet putra dan 12 putri yang akan dipersiapkan menuju Popwida pertangahan 2026.
” Kesempatan mengikuti seleksi Popwida mungkin hanya setahun sekali. Jadi kepada para atlet agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Ketum PBVSI Kabupaten Bekasi, Benny Hidayar.
Benny mengatakan, 2025 kemarin Voli Kabupaten Bekasi mencetak sejarah dengan mengawinkan medali emas putra putri. Mempertahankan gelar juara, ujar Benny, tentu lebih sulit dari meraihnya.
Di sisi lain , Tim pelatih tidak hanya menilai teknik dan fisik, tetapi juga mental petarung—kemampuan bangkit, bertahan, dan berjuang hingga poin terakhir. Hanya mereka yang siap berkorban dan bekerja keras yang dipersiapkan untuk melanjutkan tradisi kemenangan.
“Kami bukan sekadar membentuk tim, kami membangun pejuang,” tegas Hasan Basri, kstua pelatih seleksi .
Ditegaskannya, status sebagai juara bertahan sejarinya bukan beban, melainkan pemantik semangat untuk tampil lebih disiplin dan lebih lapar akan kemenangan.
Sebagai salah satu kekuatan utama voli pelajar di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi sadar bahwa setiap lawan akan datang dengan ambisi menjatuhkan sang juara bertahan. Namun justru di situlah nyali diuji—menang bukan hanya soal skill, tetapi soal karakter. ( augus sss)












